TKPK: Arti, Jenjang 1 sampai 3, dan Tugas Tiap Level

teknisi TKPK menyiapkan angkur dan tali kerja di atap gedung di Bali

TKPK adalah singkatan dari Tenaga Kerja Pada Ketinggian, yaitu jenis tenaga kerja dalam Permenaker 9/2016 yang berwenang bekerja dengan akses tali dan dibagi menjadi tingkat 1, 2, dan 3. Makin tinggi tingkatnya, makin besar tanggung jawabnya: dari membuat angkur di bawah pengawasan, mengawasi rekan, sampai menyusun rencana keselamatan.

Istilah TKPK sering muncul di penawaran vendor pembersihan kaca dan fasad, di persyaratan kontraktor, dan di iklan pelatihan. Artikel ini menjelaskan arti TKPK menurut aturannya, kewenangan yang berlaku untuk semua tingkat, tugas TKPK 1, 2, dan 3, peran tiap level dalam satu tim kerja di gedung, bedanya dengan TKBT, dan cara mengecek sertifikat atau lisensi seorang teknisi lewat layanan resmi Kemnaker.

Arti TKPK dan dasar hukumnya di Permenaker 9/2016

Dasar hukum TKPK adalah Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 9 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Pekerjaan pada Ketinggian, yang bisa dibaca di JDIH Kemnaker. Pasal 35 aturan itu membagi tenaga kerja pada pekerjaan di ketinggian menjadi lima jenis: tenaga kerja bangunan tinggi tingkat 1 dan 2, serta tenaga kerja pada ketinggian tingkat 1, 2, dan 3.

Aturannya sendiri tidak memakai singkatan. Sebutan TKPK adalah singkatan populer di dunia pelatihan dan proyek untuk tiga jenis terakhir, sama seperti TKBT untuk tenaga kerja bangunan tinggi. Jadi TKPK 1, TKPK 2, dan TKPK 3 sama dengan tenaga kerja pada ketinggian tingkat 1, 2, dan 3. Pasal 42 ayat (2) juga menyebut bahwa lisensi teknisi akses tali tingkat 1, 2, dan 3 yang terbit sebelum aturan ini dialihkan menjadi lisensi tenaga kerja pada ketinggian di tingkat yang sama (pasal.id).

Perlu dicatat, singkatan TKPK juga dipakai pemerintah daerah untuk Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan. Maknanya sama sekali lain. Di artikel ini, TKPK selalu berarti tenaga kerja pada ketinggian di bidang K3.

Kewenangan TKPK yang berlaku untuk semua tingkat

Kewenangan dasar TKPK sama untuk tingkat 1, 2, dan 3. Pasal 38 Permenaker 9/2016 menyebut tenaga kerja pada ketinggian mampu dan berwenang untuk:

  • bekerja di lantai kerja tetap dan lantai kerja sementara;
  • bergerak secara horizontal atau vertikal pada struktur bangunan;
  • bekerja pada posisi atau permukaan miring;
  • bekerja dengan akses tali;
  • menaikkan dan menurunkan barang dengan katrol atau mesin.

Poin keempat itulah yang membedakan TKPK dari jenis lain. Akses tali diatur di Pasal 20: dipakai bila pekerjaan tidak bisa dilakukan dari lantai kerja tetap atau sementara, dengan dua tali yang masing-masing tertambat pada minimal dua titik tambat terpisah, yaitu tali keselamatan dengan alat penahan jatuh bergerak dan tali kerja dengan alat naik turun, ditambah full body harness yang sesuai. Alat penahan jatuh yang dipasang di atap dibahas lebih rinci di artikel lifeline K3.

Jenjang TKPK 1 sampai 3 dan tugas tiap level

Perbedaan TKPK 1, 2, dan 3 ada pada tugas, bukan pada tempat kerja. Pasal 38 merinci tugas tiap tingkat, dan rinciannya bisa dibaca di salinan Permenaker 9/2016 di JDIH BPK. Tabel berikut merangkumnya supaya mudah dibandingkan.

AspekTKPK 1TKPK 2TKPK 3
Membuat angkurDi bawah pengawasan tingkat 2 dan/atau 3Secara mandiriTidak disebut; memeriksa angkur untuk keperluan internal
PengawasanDiawasiMengawasi tingkat 1, termasuk saat membuat angkurMengawasi tingkat 2 dan/atau tingkat 1
PertolonganPertolongan pada diri sendiriPertolongan darurat di ketinggian untuk tim kerjaPertolongan darurat di ketinggian
PerencanaanTidak disebutTidak disebutMenyusun perencanaan sistem keselamatan bekerja pada ketinggian
Ringkasan Pasal 38 Permenaker 9/2016.

TKPK 1: bekerja di bawah pengawasan

TKPK 1 adalah tingkat awal. Tugasnya menurut Pasal 38 huruf a ada dua: membuat angkur di bawah pengawasan tenaga kerja tingkat 2 dan/atau tingkat 3, dan melakukan pertolongan pada diri sendiri. Artinya, seorang TKPK 1 sudah boleh bekerja dengan akses tali dan ikut memasang titik tambat, tetapi pemasangan itu harus diawasi rekan yang tingkatnya lebih tinggi. Bila terjadi masalah saat tergantung, ia diharapkan mampu menyelamatkan dirinya sendiri, misalnya turun ke posisi aman dengan alatnya. Di lapangan, TKPK 1 biasanya menjadi teknisi yang paling banyak mengerjakan pekerjaan inti, seperti membersihkan kaca atau fasad.

TKPK 2: membuat angkur mandiri dan mengawasi

TKPK 2 punya empat tugas menurut Pasal 38 huruf b: membuat angkur secara mandiri, mengawasi tenaga kerja tingkat 1 dalam pembuatan angkur, mengawasi tenaga kerja tingkat 1 secara umum, dan memberikan pertolongan dalam keadaan darurat pada ketinggian untuk tim kerja. Bedanya dengan TKPK 1 terasa di dua hal. Pertama, ia tidak lagi butuh pengawas saat memasang angkur. Kedua, tanggung jawab pertolongannya meluas dari diri sendiri ke seluruh tim, sehingga ia harus siap menurunkan rekan yang tergantung bila terjadi kondisi darurat.

TKPK 3: merencanakan sistem keselamatan

TKPK 3 adalah tingkat tertinggi. Pasal 38 huruf c memberinya tugas menyusun perencanaan sistem keselamatan bekerja pada ketinggian, memeriksa angkur untuk keperluan internal, mengawasi tenaga kerja tingkat 2 dan/atau tingkat 1, serta memberikan pertolongan dalam keadaan darurat pada ketinggian. Perannya lebih dekat ke perencana dan penanggung jawab teknis: menentukan metode akses, memilih titik tambat, memeriksa angkur sebelum dipakai, dan memastikan rencana penyelamatan siap sebelum siapa pun turun dari atap.

Diagram jenjang TKPK 1 sampai 3 dan tugas tiap level menurut Pasal 38 Permenaker 9/2016TKPK 1: membuat angkur di bawah pengawasan tingkat 2 dan/atau 3, dan menolong diri sendiri. TKPK 2: membuat angkur secara mandiri, mengawasi tingkat 1 termasuk saat membuat angkur, dan memberi pertolongan darurat untuk tim kerja. TKPK 3: menyusun perencanaan sistem keselamatan bekerja pada ketinggian, memeriksa angkur untuk keperluan internal, mengawasi tingkat 2 dan/atau 1, dan memberi pertolongan darurat. Semua tingkat berwenang bekerja di lantai kerja, bergerak di struktur bangunan, bekerja di posisi miring, bekerja dengan akses tali, dan memakai katrol atau mesin.Jenjang TKPK 1 sampai 3 dan tugasnyaDisusun dari Permenaker 9/2016 Pasal 35 dan 38TKPK 1Tingkat 1Membuat angkur di bawahpengawasan tingkat 2dan/atau tingkat 3Melakukan pertolonganpada diri sendiriTKPK 2Tingkat 2Membuat angkur secaramandiriMengawasi tingkat 1,termasuk saat membuat angkurMemberi pertolongan daruratdi ketinggian untuk tim kerjaTKPK 3Tingkat 3Menyusun perencanaan sistemkeselamatan kerja di ketinggianMemeriksa angkur untukkeperluan internalMengawasi tingkat 2dan/atau tingkat 1Memberi pertolongan daruratdi ketinggianmengawasi tingkat 1mengawasi tingkat 2 dan 1Semua tingkat berwenang bekerja di lantai kerja tetap dan sementara, bergerak horizontalatau vertikal di struktur bangunan, bekerja di posisi miring, bekerja dengan akses tali,serta menaikkan dan menurunkan barang dengan katrol atau mesin.
Diagram disusun dari Permenaker 9/2016 Pasal 35 dan 38.

Peran tiap level TKPK di proyek pembersihan gedung

Dalam proyek pembersihan kaca atau fasad gedung, tiga tingkat TKPK saling melengkapi dalam satu tim. Pembagian peran berikut disusun dari tugas di Pasal 38, sehingga Anda bisa membayangkan siapa mengerjakan apa ketika vendor datang ke hotel, villa, kantor, atau gudang Anda:

  1. Perencanaan. Tenaga kerja tingkat 3 menyusun rencana keselamatan: metode akses, posisi titik tambat, area yang dibatasi di bawah, dan rencana penyelamatan.
  2. Pemeriksaan dan pemasangan angkur. Tingkat 3 memeriksa angkur untuk keperluan internal. Tingkat 2 boleh memasang angkur sendiri, sedangkan tingkat 1 memasangnya di bawah pengawasan.
  3. Pekerjaan di tali. Teknisi turun dengan dua tali dan bekerja di kaca atau fasad. Tingkat 2 mengawasi kinerja tingkat 1.
  4. Kesiapan darurat. Tingkat 2 atau 3 tetap siaga untuk memberi pertolongan bila ada teknisi yang tergantung dan butuh bantuan.
teknisi akses tali membersihkan fasad kaca hotel dengan tali kerja dan tali keselamatan
Ilustrasi pekerjaan akses tali di fasad kaca (gambar AI).

Aturan tidak menetapkan jumlah orang per tingkat dalam satu tim. Yang penting bagi pengelola gedung adalah memastikan setiap tugas di atas punya orang yang berwenang. Tim yang seluruhnya tingkat 1 tanpa pengawas tingkat 2 atau 3, misalnya, tidak cocok dengan pembagian tugas di Pasal 38. Tim jasa rope access di Bali dari high risk cleaning bisa membantu menilai metode yang cocok untuk bangunan Anda dari foto sebelum survei.

Pertanyaan untuk vendor soal jenjang TKPK

Sebelum menyetujui jadwal, ajukan pertanyaan berikut. Jawaban yang jelas menunjukkan vendor yang memahami pembagian tugas di timnya:

  • Siapa yang menyusun rencana keselamatan dan rencana penyelamatan, dan apa tingkat kompetensinya?
  • Siapa yang memasang dan memeriksa angkur di atap bangunan ini?
  • Siapa pengawas teknisi tingkat 1 selama pekerjaan berlangsung?
  • Bisakah vendor mengirim nama lengkap dan tanggal lahir teknisi untuk dicek di layanan Kemnaker?

Beda TKPK dan TKBT

TKPK dan TKBT sama-sama diatur Permenaker 9/2016, tetapi cakupan kerjanya berbeda. TKBT, atau tenaga kerja bangunan tinggi, bekerja sambil berpijak di lantai kerja tetap atau sementara seperti atap datar, balkon servis, atau dek perancah. TKPK punya kewenangan yang lebih luas, termasuk bekerja dengan akses tali. Karena itu, pekerjaan membersihkan fasad kaca dari atas sampai bawah dengan sistem dua tali membutuhkan kompetensi TKPK, bukan cukup TKBT.

Penjelasan lengkap tentang tingkat 1 dan 2 tenaga kerja bangunan tinggi ada di artikel TKBT: arti, beda level 1 dan 2, dan cara cek sertifikatnya. Bila vendor hanya menyebut satu istilah, tanyakan jenis dan tingkat yang dimaksud, lalu cocokkan dengan metode kerja yang akan dipakai di bangunan Anda.

Sertifikat TKPK, lisensi K3, dan cara mengeceknya

Sertifikat TKPK dan lisensi K3 adalah dua bukti yang berbeda. Pasal 31 mewajibkan pengusaha dan/atau pengurus menyediakan tenaga kerja yang kompeten dan berwenang di bidang K3. Pasal 32 menyebut kompetensi dibuktikan dengan sertifikat kompetensi lewat uji kompetensi oleh lembaga yang berwenang. Pasal 33 menyebut kewenangan dibuktikan dengan Lisensi K3 yang diterbitkan Direktur Jenderal, berlaku lima tahun, dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu yang sama. Pasal 42 ayat (1) menambahkan bahwa lisensi K3 yang terbit sebelum aturan ini tetap berlaku sampai masa berlakunya habis.

Kemnaker menyediakan layanan TemanK3 dengan menu Cari Data Personel, yang mencari data personel K3 berdasarkan nama lengkap dan tanggal lahir (TemanK3 Kemnaker). Langkah mengeceknya:

  1. Minta vendor mengirim salinan sertifikat atau lisensi, berikut nama lengkap dan tanggal lahir teknisi yang akan bekerja.
  2. Buka halaman TemanK3 di alamat berakhiran kemnaker.go.id, lalu pilih Cari Data Personel.
  3. Masukkan nama lengkap dan tanggal lahir persis seperti di dokumen.
  4. Cocokkan jenis tenaga kerja, tingkat, dan masa berlakunya. Lisensi yang terbit lebih dari lima tahun lalu dan belum diperpanjang sudah tidak berlaku.

Dokumen TKPK 1 tidak otomatis mencakup tugas TKPK 2 atau 3. Bila data tidak muncul atau berbeda dengan dokumen, minta vendor menjelaskan lembaga penerbitnya sebelum pekerjaan dimulai.

FAQ: pertanyaan seputar TKPK

TKPK singkatan dari apa?

TKPK adalah singkatan dari Tenaga Kerja Pada Ketinggian, salah satu jenis tenaga kerja dalam Pasal 35 Permenaker 9/2016. Jenis ini dibagi menjadi tingkat 1, 2, dan 3, dan berwenang bekerja dengan akses tali.

Apa beda TKPK 1 dan TKPK 2?

TKPK 1 membuat angkur di bawah pengawasan tingkat 2 dan/atau 3 dan hanya bertugas menolong diri sendiri. TKPK 2 boleh membuat angkur secara mandiri, mengawasi tingkat 1, dan memberi pertolongan darurat untuk seluruh tim kerja.

Apa tugas TKPK 3?

Menurut Pasal 38 huruf c, TKPK 3 menyusun perencanaan sistem keselamatan bekerja pada ketinggian, memeriksa angkur untuk keperluan internal, mengawasi tingkat 2 dan/atau 1, dan memberi pertolongan darurat di ketinggian.

Berapa lama masa berlaku lisensi K3 TKPK?

Pasal 33 Permenaker 9/2016 menyebut Lisensi K3 berlaku lima tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu yang sama. Cek tanggal terbitnya di dokumen dan data di TemanK3 sebelum teknisi mulai bekerja.

Sumber

Butuh pekerjaan akses tali yang dikerjakan dengan prosedur jelas?

Kirim foto bangunan Anda, lalu tim high risk cleaning akan menilai apakah pekerjaannya perlu rope access, bisa dari lantai kerja, atau butuh metode lain. Lihat detail layanan di halaman jasa rope access di Bali, atau hubungi kami lewat halaman kontak.

Baca juga

Artikel Terkait

Lihat semua artikel

gondola pembersih kaca di fasad gedung

Gondola Gedung: Jenis, Biaya, dan Kapan Rope Access Lebih Hemat

Perbandingan biaya, waktu persiapan, dan risiko dua metode paling umum untuk membersihkan kaca gedung, plus cara memilih yang tepat.

tim teknisi menyiapkan tali di atap gedung

6 Hal yang Wajib Dicek Sebelum Menyewa Vendor Kerja Ketinggian

Dari bukti kompetensi teknisi sampai aturan cuaca, daftar periksa sebelum Anda menandatangani penawaran pembersihan di ketinggian.

teknisi membersihkan skylight villa dengan tali pengaman

Merawat Skylight dan Atrium Villa agar Tetap Terang

Skylight yang berjamur mengurangi cahaya alami dan bisa bocor. Begini cara membersihkan dan merawat skylight serta atrium villa dengan aman.

From now on

Ready to Build Your Building Looking Clean Again?

Kirim foto kondisi bangunan lewat WhatsApp. Kami berikan estimasi awal dan jadwalkan survei gratis di mana pun di Bali.

Similar Posts